Sabalenka Kejar 100 Minggu di No. 1, Rybakina Jadi Ancaman Terbesar

2026-08-27 01:43:11 By Dembele

Aryna Sabalenka sedang memburu pencapaian besar dalam kariernya dengan mempertahankan posisi sebagai petenis putri nomor satu dunia. Sabalenka berpeluang mencatat 100 minggu berturut-turut di puncak peringkat WTA, tetapi persaingan di US Open 2026 membuat posisinya belum sepenuhnya aman.

 

Sabalenka akan mencapai 99 minggu beruntun sebagai petenis No. 1 dunia pada akhir US Open tahun ini. Namun, ia harus mempertahankan posisinya setelah kehilangan 2.000 poin dari gelar juara US Open yang diraihnya tahun lalu.

 

Situasi tersebut membuat tiga petenis lain masih memiliki peluang untuk mengambil alih posisi teratas. Sabalenka juga harus mempertahankan performanya jika ingin memperpanjang catatan tersebut sekaligus mengejar gelar US Open ketiga secara beruntun.

 

Elena Rybakina menjadi ancaman terbesar bagi Sabalenka. Petenis Kazakhstan tersebut terus memangkas jarak dalam beberapa bulan terakhir setelah menutup musim 2025 dengan gelar Ningbo dan WTA Finals yang memberinya tambahan 2.000 poin.

 

Rybakina juga tampil konsisten pada musim 2026. Petenis berusia 27 tahun itu sudah mengoleksi dua gelar, termasuk Grand Slam keduanya setelah menjuarai Australian Open. Ia datang ke US Open sebagai pemuncak WTA Finals Leaderboard.

 

Rybakina sebenarnya sudah beberapa kali memiliki kesempatan untuk merebut posisi No. 1 pada musim panas ini. Namun, peluang tersebut belum berhasil dimanfaatkan setelah langkahnya di Toronto dan Cincinnati dihentikan Iga Swiatek.

 

Kini, Rybakina memiliki peluang terbesar untuk menjadi petenis nomor satu dunia. Bahkan, ia bisa merebut posisi tersebut tanpa memenangi satu pertandingan pun di US Open. Jika berhasil mencapai semifinal, posisi No. 1 sudah pasti menjadi miliknya terlepas dari hasil pertandingan lainnya.

 

Sementara itu, Coco Gauff dan Jessica Pegula juga masih memiliki peluang. Gauff datang ke New York dengan kepercayaan diri tinggi setelah meraih gelar pertamanya musim ini di Cincinnati. Pegula juga menunjukkan performa solid dengan menjadi runner-up di Washington, D.C. dan Cincinnati.

 

Untuk Gauff dan Pegula, skenarionya lebih sulit. Mereka harus menjuarai US Open sekaligus berharap Rybakina tersingkir sebelum semifinal. Jika salah satu dari mereka mampu memenuhi skenario tersebut, posisi No. 1 dunia akan menjadi milik mereka untuk pertama kalinya.

 

Persaingan di puncak peringkat WTA pun membuat US Open 2026 semakin menarik. Sabalenka masih memegang kendali atas peluangnya mencatat 100 minggu sebagai No. 1, tetapi Rybakina memiliki jalur paling jelas untuk menggagalkan pencapaian tersebut.