Misi Seremban Dimulai! Timnas Basket Indonesia Bidik Tiket FIBA Asia Cup 2029

2026-08-26 08:24:14 By Messi

Timnas basket putra Indonesia segera memulai perjalanan panjang menuju FIBA Asia Cup 2029. Setelah menjalani pemusatan latihan sejak awal Agustus, skuad Merah Putih bersiap terbang ke Seremban, Malaysia, untuk menghadapi ronde pertama Pra Kualifikasi FIBA Asia Cup 2029.

 

Pelatih David Singleton membawa 12 pemain untuk menjalani persaingan di Grup C. Komposisi skuad kali ini menggabungkan sejumlah pemain yang sudah berpengalaman mengenakan seragam timnas dengan beberapa wajah baru yang akan merasakan debut di level senior dalam pertandingan resmi FIBA.

 

Indonesia berada satu grup dengan Malaysia, Hong Kong, dan Singapura. Seluruh pertandingan fase grup akan digelar di Arena Seremban. Tekanan langsung terasa sejak awal karena hanya tiga tim terbaik dari masing-masing grup yang berhak melanjutkan perjalanan ke ronde kedua.

 

Indonesia akan mengawali perjuangan dengan menghadapi Singapura pada 28 Agustus. Dua hari berselang, giliran Hong Kong yang menjadi lawan pada 30 Agustus. Pertandingan terakhir fase grup sekaligus menjadi ujian berat karena Indonesia harus berhadapan dengan tuan rumah Malaysia pada 31 Agustus.

 

Sejumlah pemain berpengalaman menjadi tumpuan Indonesia dalam menghadapi persaingan tersebut. Yudha Saputera, Reza Guntara, Ali Bagir, Hendrick Yonga, Pandu Wiguna, dan Kelvin Sanjaya merupakan nama-nama yang telah beberapa kali memperkuat Merah Putih dalam laga maupun turnamen resmi FIBA.

 

Selain itu, Rio Disi kembali mendapat kepercayaan untuk masuk skuad. Pemain yang sebelumnya menjalani debut bersama timnas senior pada 2025 tersebut membawa modal sebagai MVP lokal IBL. Kehadirannya diharapkan mampu menambah daya gedor sekaligus kedalaman permainan Indonesia.

 

Di sisi lain, perhatian juga tertuju kepada para pemain yang akan merasakan debut internasionalnya bersama timnas senior. Antoni Erga, Argus Sanyudy, Fhirdan Guntara, dan Dame Diagne akan menjalani pertandingan resmi FIBA pertama mereka di level senior.

 

Sementara itu, satu tempat pemain naturalisasi dipercayakan kepada Anthony Beane Jr. Kehadirannya diharapkan dapat memberikan tambahan kualitas serta pengalaman untuk menghadapi pertandingan-pertandingan krusial di Grup C.

 

Target Indonesia cukup jelas: minimal finis di posisi ketiga agar tiket menuju ronde kedua tetap berada dalam genggaman. Dengan format tersebut, setiap pertandingan memiliki nilai penting dan hasil sekecil apa pun dapat memengaruhi posisi akhir di klasemen.

 

Jika berhasil melewati ronde pertama, Indonesia akan melanjutkan perjuangan di Grup F. Skuad Merah Putih nantinya akan berhadapan dengan tiga tim terbaik dari Grup D yang berisi Thailand, Mongolia, Vietnam, dan Fiji.

 

Ronde kedua akan menggunakan format round robin dan dijadwalkan berlangsung pada 23 November hingga 1 Desember 2026. Tidak ada ruang untuk lengah karena konsistensi menjadi kunci untuk menjaga peluang melangkah lebih jauh.

 

Pada akhirnya, delapan tim terbaik yang menempati posisi empat besar dari Grup E dan Grup F akan mendapatkan tiket menuju Kualifikasi FIBA Asia Cup 2029. Mereka kemudian akan bergabung dengan 16 negara yang telah otomatis lolos ke fase kualifikasi berkat keikutsertaan mereka di FIBA Asia Cup 2025.

 

Perjalanan Indonesia masih panjang. Namun, langkah pertama di Seremban akan menjadi penentu. Tiga pertandingan, satu target, dan satu tiket menuju babak berikutnya—perjuangan Merah Putih menuju panggung Asia resmi dimulai.