Joe Mazzulla Menolak Label Pelatih Juara: Satu Cincin Tak Menentukan Segalanya
2026-08-26 08:15:42 By Messi
Joe Mazzulla pernah membawa Boston Celtics ke puncak NBA dengan menjuarai Final NBA 2024. Namun, pencapaian tersebut justru tidak membuatnya nyaman menyandang label “pelatih juara.” Bagi Mazzulla, satu cincin championship tidak cukup untuk menjadi ukuran kualitas seorang pelatih.
Dalam penampilannya di siniar No Show Dogs, Mazzulla mengungkapkan bahwa dirinya tidak ingin seluruh perjalanan karier ditentukan hanya oleh keberhasilan menaklukkan Dallas Mavericks 4-1 pada Final NBA 2024.
Menurutnya, gelar juara merupakan hasil kerja kolektif, bukan pencapaian individu seorang pelatih. Karena itu, ia memilih tidak menjadikan trofi tersebut sebagai bagian utama dari identitasnya.
“Kesuksesan tidak bisa dinilai hanya dari itu. Saya memenangkan gelar bersama sebuah tim dan kami melakukannya bersama-sama.”
Mazzulla juga menilai bahwa menjadikan sebuah kejuaraan sebagai satu-satunya tolok ukur dapat menjadi jebakan. Ketika keberhasilan menjadi identitas utama, kegagalan mempertahankan gelar pada musim berikutnya bisa membuat seseorang merasa tidak lagi sukses.
Prestasi Mazzulla bersama Celtics sebenarnya sangat istimewa. Ia tidak hanya mengakhiri penantian Boston selama 16 tahun untuk kembali menjadi juara NBA, tetapi juga mencatat sejarah sebagai pelatih termuda yang memenangkan gelar sejak legenda Celtics, Bill Russell, pada 1968.
Ketika Celtics mengangkat trofi Larry O'Brien pada 2024, Mazzulla baru berusia 35 tahun. Ia hanya terpaut sekitar 11 bulan dari rekor Russell, yang dikenal sebagai salah satu figur paling ikonik dalam sejarah Celtics, baik sebagai pemain maupun pelatih.
Meski demikian, Mazzulla tetap merendah.
“Saya bukan sekadar pelatih kepala juara, saya hanya seseorang yang memenangkan kejuaraan bersama banyak orang.”
Ia bahkan mengakui bahwa ada pelatih lain yang menurutnya memiliki kemampuan lebih baik, meski mereka belum pernah membawa tim masing-masing tampil di playoff.
Sikap tersebut juga terlihat ketika Mazzulla menerima penghargaan individu. Pada musim 2025-2026, ia dinobatkan sebagai Coach of the Year setelah mengantarkan Celtics membukukan 56 kemenangan. Alih-alih menjadikan penghargaan tersebut sebagai pencapaian utama, Mazzulla justru menganggapnya bukan sesuatu yang terlalu penting.
Perjalanan Mazzulla menuju kursi pelatih kepala Celtics berlangsung secara bertahap. Ia mulai terjun ke dunia kepelatihan pada 2011 sebelum bergabung dengan Boston pada 2019 sebagai asisten pelatih. Ia bekerja di bawah Brad Stevens dan kemudian Ime Udoka.
Ketika Udoka diberhentikan pada 2022 akibat persoalan indisipliner, Mazzulla dipercaya mengambil alih sebagai pelatih interim. Performa yang ditunjukkannya membuat Celtics kemudian mengangkatnya secara permanen sebagai kepala pelatih pada musim berikutnya.
Menariknya, kerendahan hati Mazzulla tidak berarti ia kehilangan ambisi. Justru pengalaman mengantarkan Celtics menjadi juara membuatnya semakin memahami betapa sulitnya mengulang pencapaian tersebut.
Kini, tantangan baru menanti Celtics memasuki musim NBA 2026-2027. Boston harus menghadapi perubahan besar setelah melepas salah satu pemain terbaiknya sekaligus MVP Final NBA 2024, Jaylen Brown, ke Philadelphia 76ers.
Kepindahan Brown membuat peta persaingan Wilayah Timur semakin menarik. Philadelphia datang dengan kekuatan baru, sementara Celtics harus menemukan kembali formula terbaik untuk bersaing di papan atas.
Bagi Mazzulla, tantangan tersebut mungkin justru menjadi pengingat bahwa satu gelar tidak pernah menjadi garis akhir. Cincin juara 2024 telah menjadi bagian penting dari sejarahnya, tetapi perjalanan sang pelatih tampaknya masih jauh dari selesai.
Sedang Tayang