Haaland Pangkas Rambut, Era Baru Dimulai: Benarkah Gaya Cepak Bawa Hoki?

2026-08-26 08:06:44 By Messi

Erling Haaland membuat kejutan menjelang bergulirnya musim baru. Penyerang andalan Manchester City itu meninggalkan rambut panjang yang selama ini menjadi ciri khasnya dan memilih tampil dengan potongan cepak.

 

Bagi Haaland, perubahan tersebut bukan sekadar soal gaya. Ia menganggap rambut baru sebagai simbol untuk membuka babak berbeda setelah menjalani Piala Dunia 2026. Dalam vlog YouTube terbarunya, Haaland bahkan mengucapkan salam perpisahan kepada rambut pirangnya yang telah menjadi bagian dari penampilannya selama beberapa tahun terakhir.

 

Keputusan tersebut sontak menjadi bahan perbincangan. Sejumlah nama besar ikut memberikan respons, termasuk Zlatan Ibrahimovic yang sebelumnya sempat meminta Haaland tetap mempertahankan rambut panjangnya.

 

Menariknya, perubahan penampilan itu langsung dikaitkan dengan performa Haaland di lapangan. Pada pertandingan pertama Manchester City musim ini, sang striker gagal mencetak gol meski timnya berhasil meraih kemenangan 2-1. Situasi tersebut membuat publik semakin penasaran: apakah rambut baru Haaland benar-benar membawa perubahan?

 

Proses transformasi tersebut direkam Haaland melalui vlog yang telah ditonton lebih dari empat juta kali. Setelah rambutnya dipangkas, pemain asal Norwegia itu bahkan melontarkan candaan bahwa dirinya kini terlihat seperti Kevin, karakter utama dalam film Home Alone.

 

Haaland kemudian menguji penampilan barunya dengan menghubungi sejumlah tokoh terkenal melalui FaceTime. Pep Guardiola, Noel Gallagher, hingga Ibrahimovic menjadi beberapa orang yang mendapat kesempatan melihat langsung perubahan tersebut.

 

Respons Ibrahimovic menjadi salah satu yang paling mengundang tawa. Melihat gaya rambut baru Haaland, mantan striker timnas Swedia itu bereaksi secara dramatis.

 

“Apa yang kau lakukan? Blokir aku dan hapus nomorku!”

 

Di dunia olahraga, perubahan rambut memang tidak selalu berhenti pada urusan mode. Beberapa atlet terkenal seperti Dennis Rodman, David Beckham, Allen Iverson, Shaun White, dan Megan Rapinoe pernah menjadikan gaya rambut sebagai bagian dari identitas sekaligus karakter mereka di arena pertandingan.

 

Psikolog olahraga Zeynep Atha dari Sheffield Hallam University menjelaskan bahwa rutinitas pribadi dan ritual tertentu dapat memberikan rasa nyaman bagi atlet. Kebiasaan tersebut juga berpotensi membantu meningkatkan kepercayaan diri ketika seorang atlet menghadapi situasi yang penuh ketidakpastian.

 

Karena itu, perubahan penampilan terkadang ikut dikaitkan dengan performa seorang pemain. Namun, menghubungkan langsung potongan rambut dengan kemampuan mencetak gol tentu tidak memiliki dasar yang kuat. Satu penampilan buruk setelah mengubah gaya rambut juga belum cukup untuk membuktikan adanya hubungan sebab-akibat.

 

Dalam konteks Haaland, potongan cepak justru bisa menjadi sumber energi psikologis baru. Jika perubahan tersebut membuatnya merasa lebih nyaman dan percaya diri, bukan tidak mungkin dampaknya justru positif terhadap penampilannya di lapangan.

 

Sejumlah penelitian mengenai psikologi penampilan juga menunjukkan bahwa cara seseorang melihat dirinya dapat berkaitan dengan rasa percaya diri dan produktivitas. Dalam olahraga, gagasan sederhana “look good, feel good, play good” kerap digunakan untuk menggambarkan keterkaitan antara penampilan, kondisi mental, dan performa.

 

Memang, Haaland gagal mencetak gol dalam pertandingan pertamanya setelah memangkas rambut. Namun, terlalu dini untuk menyimpulkan bahwa hilangnya rambut panjang turut menghilangkan ketajamannya di depan gawang.

 

Pada akhirnya, gaya rambut baru Haaland lebih layak dilihat sebagai simbol dimulainya fase baru, bukan pertanda buruk. Jika ia kembali membanjiri gawang lawan dengan gol-golnya, potongan cepak tersebut justru bisa berubah menjadi identitas baru bagi mesin gol Manchester City.