Chou Tien Chen dan Victor Lai Saling Menginspirasi di Kejuaraan Dunia 2026

2026-08-27 02:08:53 By Dembele

Chou Tien Chen dan Victor Lai menjadi dua sosok yang menarik perhatian di Kejuaraan Dunia BWF 2026. Keduanya terpaut usia cukup jauh, dengan Chou berusia 36 tahun dan Lai baru 21 tahun, tetapi sama-sama berhasil meraih medali perunggu di sektor tunggal putra.

 

Keduanya berdiri di podium bersama juara dunia Alex Lanier dan runner-up Kodai Naraoka. Bagi Chou, perbedaan usia dan latar belakang bukan penghalang bagi para pemain untuk saling menghormati dan berkembang bersama.

 

"Kami adalah keluarga bulu tangkis," ujar Chou mengenai hubungan antarpemain di dunia bulu tangkis.

 

Chou mengaku sudah memperhatikan perkembangan Victor sejak melihatnya tampil di US Open tahun lalu. Menurutnya, pemain muda asal Kanada tersebut memiliki potensi besar untuk terus berkembang.

 

"Tahun lalu di US Open, saya melihat anak ini, dia benar-benar punya potensi. Saya pikir dia akan terus naik," kata Chou.

 

Chou bahkan mengaku harus berhati-hati ketika menghadapi Victor karena sang pemain muda telah mampu mengalahkan sejumlah pemain muda lainnya. Ia menilai perkembangan generasi baru justru menjadi hal positif bagi olahraga bulu tangkis.

 

Chou juga mengaku terkesan dengan kesabaran dan kemampuan teknis Victor. Menurutnya, pemain senior pun tetap bisa belajar dari para pemain muda.

 

"Kesabaran. Dia terampil. Saya bisa belajar dari pemain-pemain muda. Selalu berkembang, terus belajar," ujarnya.

 

Di sisi lain, Victor memberikan penghormatan besar kepada Chou. Menurutnya, kemampuan Chou untuk tetap tampil di level elite pada usia 36 tahun merupakan sesuatu yang luar biasa dan menjadi inspirasi bagi banyak pemain.

 

"Dia itu legenda. Dia menjadi inspirasi bagi kami semua atas cara dia bermain di usianya dan daya tahannya, dan segalanya," ungkap Victor.

 

Victor menilai hampir seluruh aspek permainan Chou bisa dijadikan bahan pembelajaran, mulai dari mental, fisik hingga teknik. Namun, menurutnya, dedikasi Chou terhadap bulu tangkis menjadi salah satu hal yang paling mengesankan.

 

"Dia hebat di semua aspek permainan – mental, fisik, teknik… semuanya. Saya rasa salah satu hal terbesar adalah dedikasinya terhadap olahraga ini," kata Victor.

 

Victor juga mengingat beberapa momen penting dalam perjalanannya hingga meraih medali perunggu di New Delhi. Salah satunya terjadi pada babak pertama ketika ia tertinggal 11-5 dari Jeon Hyeok Jin, tetapi mampu bangkit dan melewati pertandingan tersebut.

 

Ia juga mengingat pertandingan melawan Alex Lanier. Victor sempat unggul setelah memenangkan gim pertama, tetapi momentum pertandingan berubah ketika Lanier berhasil merebut beberapa poin penting di gim kedua.

 

Namun, momen yang paling berkesan bagi Victor adalah ketika melihat bendera Kanada berkibar di podium setelah upacara penyerahan medali.

 

"Saya tidak akan pernah melupakan momen itu. Saya tidak akan pernah melupakan tahun lalu, dan tahun ini saat saya melihat bendera itu dikibarkan," ujar Victor.

 

Menurutnya, setiap atlet tentu bermimpi melihat bendera negaranya berkibar di podium. Meski tidak menjadi juara, medali perunggu yang diraihnya tetap menjadi pencapaian yang sangat berarti.

 

Setelah meninggalkan New Delhi, Victor pun sudah memiliki rencana untuk terus berkembang. Ia mengaku puas dengan penampilannya selama turnamen, tetapi menyadari masih banyak aspek yang perlu diperbaiki.

 

"Setelah turnamen ini saya punya waktu untuk mengembangkan diri sebagai atlet, menjadi lebih baik dalam berbagai hal, dan saya tidak sabar melihat apa yang akan terjadi di masa depan," tutupnya.