Belanja £300 Juta, Tottenham Malah Tumbang di Laga Perdana: De Zerbi Tetap Santai
2026-08-26 12:29:50 By Messi
Tottenham Hotspur mengawali musim baru Liga Inggris dengan hasil yang jauh dari harapan. Di tengah investasi besar-besaran yang dilakukan klub sepanjang bursa transfer musim panas, Spurs justru harus menelan kekalahan telak 0-3 dari Brentford pada pertandingan pembuka.
Tottenham diketahui telah menggelontorkan dana sekitar £300 juta untuk memperkuat skuad. Sejumlah pemain dengan reputasi tinggi didatangkan ke London Utara, termasuk Jan Paul van Hecke, Mateus Fernandes, Sandro Tonali, dan Savio. Klub juga merekrut beberapa pemain berpengalaman tanpa biaya transfer, seperti Andy Robertson dan Marcos Senesi.
Namun, sederet perekrutan tersebut belum langsung memberikan dampak di lapangan. Menghadapi Brentford, Tottenham justru tampil kesulitan dan tak mampu memberikan respons berarti hingga akhirnya kebobolan tiga gol.
Kekalahan tersebut tentu menimbulkan tanda tanya. Belanja besar Spurs membuat ekspektasi terhadap tim asuhan Roberto De Zerbi meningkat tajam. Hasil negatif pada pertandingan pertama pun seolah menjadi kontras dengan ambisi besar klub untuk kembali bersaing di papan atas.
Meski demikian, De Zerbi tidak merasa terbebani oleh besarnya uang yang telah dikeluarkan klub. Manajer asal Italia itu justru menilai investasi di bursa transfer merupakan bagian wajar dari upaya membangun skuad yang mampu bersaing untuk meraih trofi.
De Zerbi bahkan menegaskan bahwa dirinya tidak akan mempermasalahkan apabila Tottenham kembali mengeluarkan dana lebih besar untuk memperkuat tim. Baginya, tekanan utama bukan berasal dari aktivitas transfer, melainkan tanggung jawab membawa salah satu klub besar Inggris tersebut ke level yang lebih tinggi.
“Saya tidak merasa tertekan karena bursa transfer. Kalau bisa, saya bahkan ingin mengeluarkan lebih banyak uang lagi,” ujar De Zerbi seperti dikutip Sky Sports.
Menurut De Zerbi, target pribadinya bukan sekadar membangun Tottenham menjadi tim yang lebih kompetitif. Ia ingin membawa Spurs ke dalam persaingan perebutan gelar juara, meskipun ia belum dapat memastikan kapan target tersebut benar-benar bisa diwujudkan.
Di sisi lain, kekalahan dari Brentford juga memperlihatkan bahwa Tottenham masih memiliki pekerjaan besar untuk menyatukan para pemain barunya. De Zerbi sebelumnya mengakui bahwa timnya belum sepenuhnya terbentuk, terutama dari sisi kondisi fisik, organisasi permainan, dan kemampuan memenangkan duel.
Pelatih berusia 47 tahun itu menilai proses membangun tim tidak dapat diselesaikan hanya dengan mendatangkan pemain berkualitas. Para pemain baru harus menemukan koneksi, karakter, dan semangat kolektif agar Tottenham benar-benar berkembang menjadi sebuah tim yang solid.
Kekalahan di markas Brentford karena itu menjadi peringatan awal bagi De Zerbi dan skuadnya. Investasi besar memang dapat meningkatkan kualitas individu, tetapi hasil di lapangan tetap membutuhkan proses.
Tottenham kini dituntut segera merespons hasil mengecewakan tersebut. Dengan ambisi besar dan skuad yang telah mengalami perubahan signifikan, Spurs memiliki pekerjaan berat untuk membuktikan bahwa £300 juta yang mereka keluarkan bukan sekadar angka besar di bursa transfer, melainkan investasi menuju tim yang mampu berbicara dalam perebutan gelar.
Sedang Tayang